Cara Memilih Game untuk Dijadikan Konten
Cara memilih game untuk dijadikan konten: menimbang persaingan, ukuran komunitas, umur game, dan kenapa game paling ramai bukan pilihan terbaik.
Memilih game untuk dijadikan konten sering diputuskan dengan alasan yang salah: karena sedang ramai, atau karena kreator besar membahasnya. Keduanya justru alasan untuk berhati-hati.
Artikel ini bagian dari Hiburan Digital, dan membahas pertimbangan yang benar-benar menentukan.
Kenapa game paling ramai justru sulit
Ini yang paling sering salah dipahami.
Ramai berarti persaingan paling ketat. Ribuan kreator membahas hal yang sama, termasuk kreator besar yang sudah punya audiens dan produksi jauh lebih matang.
Sebagai pendatang baru, kontenmu bersaing dengan mereka di kolom rekomendasi yang sama. Penonton tidak punya alasan memilihmu.
Yang lebih masuk akal: game dengan komunitas sedang tapi kurang terlayani. Penonton di sana lebih menghargai karena pilihannya sedikit, dan kontenmu jauh lebih mungkin ditemukan.
Ini bukan berarti memilih game yang tidak ada yang main. Ada titik tengah — cukup ramai untuk punya penonton, cukup sepi untuk kamu terlihat.
Cara memeriksa persaingan
Beberapa pemeriksaan sederhana sebelum memutuskan.
Cari nama gamenya di platform yang kamu tuju. Lihat berapa banyak konten yang muncul dan seberapa besar kanal yang mendominasi.
Perhatikan kanal kecil. Kalau ada kanal dengan pengikut sedikit yang kontennya tetap mendapat penayangan wajar, itu tanda baik — berarti ruangnya masih terbuka.
Kalau semua yang muncul kanal besar, kemungkinan besar sulit menembusnya sebagai pendatang baru.
Periksa pertanyaan yang belum terjawab. Cari di kolom komentar dan komunitas gamenya — pertanyaan yang berulang tapi belum ada yang menjawab dengan baik adalah peluang paling jelas.
Empat pertimbangan utama
1 · Apakah kamu benar-benar memainkannya
Ini yang paling menentukan dan paling sering diabaikan.
Kamu akan menghabiskan ratusan jam di game ini. Kalau kamu tidak benar-benar menikmatinya, itu akan terdengar — dan kamu akan berhenti jauh sebelum audiensmu terbentuk.
Jangan memilih game hanya karena peluangnya bagus. Peluang tidak menggantikan tenaga.
2 · Ukuran komunitas
Terlalu kecil berarti tidak ada penonton. Terlalu besar berarti tidak terlihat.
Yang dicari: komunitas yang aktif tapi belum jenuh — masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan sudut pandang yang belum dibahas.
3 · Umur dan arah game
Game baru memberi peluang jadi salah satu yang pertama, tapi berisiko kalau gamenya ternyata cepat ditinggalkan.
Game mapan punya komunitas stabil dan kebutuhan konten yang jelas, tapi persaingannya sudah terbentuk.
Game yang sedang menurun sebaiknya dihindari untuk memulai.
Perhatikan juga apakah pengembangnya masih aktif. Game yang terus diperbarui menghasilkan kebutuhan konten baru terus-menerus.
4 · Kecocokan dengan bentuk kontenmu
Tidak semua game cocok untuk semua bentuk konten.
Game dengan sistem rumit cocok untuk video panduan. Game dengan momen tak terduga cocok untuk potongan pendek. Game dengan sesi panjang cocok untuk siaran langsung.
Perbandingan bentuk konten beserta tuntutannya ada di Jenis Konten Gaming dan Cara Memilih Arahnya.
Satu game atau beberapa?
Di awal, satu saja.
Audiens yang terbangun di satu game tidak otomatis ikut ketika kamu pindah. Berganti-ganti berarti mulai dari nol berulang kali — dan itu penyebab paling umum kreator merasa jalan di tempat setelah setahun.
Setelah audiensmu terbentuk, menambah game kedua jauh lebih aman. Pada titik itu sebagian penonton mengikuti kamu sebagai orang, bukan sebagai sumber informasi satu game.
Cara mengetahui apakah kamu sudah sampai di titik itu: perhatikan apakah ada nama yang sama muncul berulang di komentar. Ukuran yang lebih berguna dibahas di Cara Membangun Audiens sebagai Kreator Gaming.
Menyiapkan diri untuk game yang menua
Ini akan terjadi cepat atau lambat. Umur tren makin pendek, dan game yang ramai selama dua tahun sekarang jarang.
Yang menyelamatkan adalah audiens yang datang untuk kamu, bukan untuk gamenya. Kalau mereka mengikuti karena cara kamu menjelaskan atau karena kepribadianmu, sebagian akan ikut ketika kamu beralih.
Cara membangunnya:
- Konsisten dalam nada dan sudut pandang
- Sesekali membahas hal di luar satu game itu
- Membangun tempat berkumpul yang tidak terikat gamenya
Jangan menunggu sampai gamenya sepi untuk mulai memikirkan ini.
Periksa ketentuan penerbitnya
Langkah praktis yang sering dilewati.
Sebagian penerbit punya aturan spesifik soal pembuatan konten dari gamenya — apakah monetisasi diizinkan, apakah ada bagian yang dilarang direkam, apakah ada kewajiban mencantumkan sumber.
Sekali membacanya, berlaku untuk ratusan konten berikutnya. Pembahasannya ada di Hak Cipta dalam Konten Gaming yang Perlu Dipahami.
Kesimpulan
Urutan pertimbangan yang paling masuk akal:
- Apakah kamu benar-benar memainkannya — ini mengalahkan semua pertimbangan lain
- Apakah ruangnya masih terbuka — periksa apakah kanal kecil masih bisa terlihat
- Apakah cocok dengan bentuk kontenmu
- Apakah pengembangnya masih aktif
Dan satu hal yang perlu diingat: game yang paling ramai memberi penonton paling banyak untuk orang yang sudah mapan di sana. Untuk pendatang baru, ia justru tempat paling sulit terlihat.
Langkah praktis memulainya ada di Cara Mulai Jadi Streamer Game dari Nol.