Kesalahan Pemula yang Paling Sering Berulang
Kesalahan pemula yang paling sering berulang di game online, kenapa pola ini terjadi pada hampir semua orang, dan cara menghindarinya sejak awal.
Pola-pola ini muncul berulang pada hampir semua pemain baru. Bukan karena mereka ceroboh, tapi karena semuanya terasa masuk akal saat dilakukan.
Artikel ini bagian dari Kumpulan Panduan Game, dan mengumpulkan kesalahan yang paling sering terjadi beserta alasan kenapa polanya begitu konsisten.
Kesalahan di tahap memilih
Memilih game karena sedang ramai
Ramai bukan berarti cocok denganmu. Ini penyebab nomor satu orang berhenti dalam dua minggu pertama.
Yang lebih masuk akal: cocokkan dengan waktu dan perangkatmu dulu, baru selera. Perbandingan kategori beserta durasi rondenya ada di Panduan Lengkap Game Online.
Mencoba tiga game sekaligus
Otak butuh waktu membangun pola. Membaginya membuat semuanya terasa sulit, dan kamu akan menyimpulkan bahwa kamu tidak berbakat — padahal masalahnya pembagian perhatian.
Satu game saja sampai kamu tidak lagi bingung dengan apa yang terjadi di layar.
Menilai dari satu jam pertama
Hampir semua game terasa membingungkan di jam pertama. Beri minimal lima jam sebelum memutuskan cocok atau tidak.
Kesalahan di tahap belajar
Melewati tutorial bawaan
Tutorial mengajarkan hal yang nanti diasumsikan sudah kamu tahu oleh semua panduan lain. Melewatinya membuatmu kebingungan di hal dasar yang sebenarnya sudah dijelaskan — alasannya dibahas di Cara Memanfaatkan Tutorial Game dengan Benar.
Langsung masuk mode peringkat
Ini yang paling merugikan.
Mode peringkat menghukum kesalahan dan mempertemukanmu dengan orang yang menganggapnya serius. Pengalaman buruk di sana membuat banyak pemain baru berhenti sama sekali.
Habiskan dulu belasan jam di mode biasa. Belajar sambil ditekan lawan jauh lebih lambat daripada belajar dengan tenang.
Mengira jam bermain sama dengan berkembang
Banyak pemain bermain ratusan jam dan tetap di tempat yang sama.
Jam bermain membangun kebiasaan — termasuk kebiasaan yang salah. Yang membuat berkembang adalah memperhatikan apa yang salah lalu memperbaikinya.
Berganti-ganti karakter setiap kalah
Ini mengulang kurva belajar berkali-kali tanpa pernah menyelesaikannya. Kamu jadi bisa sedikit-sedikit banyak karakter, dan itu hampir tidak berguna di pertandingan sungguhan.
Meniru pemain profesional terlalu dini
Gaya bermain mereka dibangun di atas kemampuan dasar yang sudah matang. Meniru bagian akhirnya tanpa bagian awalnya justru membuat permainanmu lebih buruk.
Kesalahan saat bermain
Memaksakan aksi besar
Pemain baru sering mencoba hal spektakuler untuk membuktikan diri. Bermain sederhana dan tidak mati adalah kontribusi yang jauh lebih berharga.
Bergerak sendirian
Di hampir semua game tim, ini penyebab kekalahan paling umum. Kalau ragu, dekati rekan setim.
Mengejar kerugian
Setelah kehilangan sesuatu, dorongan membalasnya langsung sangat kuat — dan hampir selalu menghasilkan kerugian kedua.
Menyalahkan rekan setim
Selain merusak suasana, kebiasaan ini menghentikan proses belajar — karena kamu berhenti mencari hal yang bisa kamu perbaiki sendiri.
Kesalahan soal kondisi diri
Bermain saat lelah atau kesal
Kualitas keputusan turun jauh lebih tajam dari yang orang kira. Di mode solo ini merugikan dirimu; di mode tim, empat orang lain ikut menanggungnya.
Tidak berhenti setelah kalah beruntun
Berhenti setelah dua kekalahan yang membuat kesal, bukan lima. Kondisi jengkel menular ke pertandingan berikutnya.
Bermain terlalu lama dalam satu sesi
Lima pertandingan dengan perhatian penuh mengalahkan lima belas sambil lelah.
Kesalahan teknis
Mengabaikan ping dan performa perangkat
Ini membuat kemampuanmu tidak pernah benar-benar terukur — dan kamu akan menyalahkan dirimu sendiri untuk sesuatu yang bukan salahmu.
Mengubah sensitivitas setiap kali kalah
Cara tercepat untuk tidak pernah terbiasa dengan pengaturan mana pun. Cara menemukan angka yang tepat lalu menguncinya dibahas di Cara Mengatur Kontrol dan Sensitivitas Game.
Membeli sesuatu di minggu pertama
Tunggu sampai kamu yakin akan bertahan di game itu. Banyak orang membeli di minggu pertama lalu berhenti main di bulan kedua.
Kesalahan cara berpikir
Membandingkan diri dengan yang mulai lebih dulu
Peringkat orang lain bukan tolok ukurmu. Satu-satunya perbandingan yang berguna adalah dirimu bulan lalu.
Mengira tingkat kemenangan harus naik terus
Sistem penjodohan memang menjaga tingkat kemenangan mendekati setengah. Ketika kamu berkembang, lawanmu ikut menguat.
Kamu naik, tapi angkanya tidak berubah. Ini yang membuat banyak pemain merasa jalan di tempat padahal sebenarnya berkembang.
Menganggap kekalahan sebagai penilaian atas diri
Kekalahan adalah data, bukan vonis. Yang berguna dari kekalahan hanya satu hal: apa yang bisa kamu lakukan berbeda.
Cara menghindarinya
Sebagian besar kesalahan di atas bisa dicegah dengan tiga kebiasaan yang sudah dibahas di Tips dan Trik Dasar yang Berguna di Hampir Semua Game:
- Sebutkan satu hal yang bisa diperbaiki setelah setiap kekalahan
- Berhenti setelah dua kekalahan yang membuat kesal
- Perbaiki satu hal per minggu, bukan semuanya sekaligus
Kesimpulan
Kalau kamu melakukan sebagian besar kesalahan di atas, itu normal — hampir semua orang melakukannya, termasuk pemain yang sekarang jauh lebih baik darimu.
Yang membedakan bukan siapa yang tidak pernah salah, tapi siapa yang menyadari polanya lalu berhenti mengulanginya.
Tiga yang paling merugikan kalau harus dipilih: langsung masuk mode peringkat, bermain saat kesal, dan mengabaikan masalah teknis. Menghindari ketiganya saja sudah menempatkan kamu di depan sebagian besar pemain baru.